Jalan Teluk Melano-Perawas Dibuka hanya Lima Jam ke Pontianak -->

Jalan Teluk Melano-Perawas Dibuka hanya Lima Jam ke Pontianak

07 Januari 2021,

Kantor bersama Satker Balai PJN/PJ2N di Pontianak yang mengurusi jalan nasional di wilayah Kalimantan Barat, termasuk wilayah kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Istimewa


Simpang Hilir. Bupati Kayong Utara Drs Citra Duani meyakinkan akses jalan Perawas (jalan tembus Teluk Melano-Kayong Utara ke Pontianak) segera dibuka tahun ini. Disampaikan di silaturahmi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Pendopo Bupati Kayong Utara di Sukadana, Kamis (7/1/2021).


 “Jalan Perawas akan segera terselesaikan. Saya mendapat laporan sudah mencapai 90 persen. Nanti sama-sama kita melintasinya. Sukadana ke Pontianak diperkirakan hanya lima jam,” tegas Citra Duani.


 “Jika sudah terbangun jalan layak dilewati itu, orang akan berbondong-bondong ke Kayong Utara,” yakinnya.


Sebelumnya, pihak Bidang Bina Marga Dinas (BM) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat, merilis pembangunan Jalan Teluk Melano (Kayong Utara)-Perawas (akses jalan nasional di kabupaten Ketapang) sudah dianggarkan sejak 2020.


Pembangunan tahap pertama, sepanjang 42,9 kilometer. Perencanaannya dikoordinasikan ke pemerintah pusat, disebabkan ruas jalan Teluk-Melano-Perawas ini, terhubung ke jalan nasional.


Tahap kedua, Perawas (jalan nasional di kabupaten Ketapang)-Simpang Tiga (kecamatan Sukadana, KKU, sempadan kabupaten Ketapang). Perawas sebagai konektivitas dua kabupaten di wilayah selatan Kalimantan Barat.


Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat, berharap pembangunan akses jalen penghubung, beberapa titik melewati daerah yang menjadi hak konsesi perkebunan sawit, segera diserahkan asetnya ke pemerintah kabupaten, melalui prosedur yang berlaku.


Contohnya, ruas jalan penghubung desa Simpang Tiga, Sukadana (KKU) menuju ke Nanga Tayap (Ketapang), melintasi wilayah yang menjadi hak konsesi perkebunan. Demikian juga di sebagian kecil kecamatan Simpang Hilir, KKU.


Karya bakti pembangunan jalan tembus Teluk Melano-Perawas merupakan buah karya banyak pihak Sepeti TNI, Polri, pemerintah KKU, pemerintah provinsi Kalimantan Barat, dan pihak-pihak lainnya.


Termasuk juga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) XX Kalimantan Barat, beralamat di Gedung Kartini jalan Veteran nomor 1 kelurahan Benua Melayu Darat kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak. Tepatnya berhampiran dengan Pendopo Rumah Dinas Jabatan Gubernur Kalimantan Barat.

 

Balai PJN XX Kalimantan Barat merupakan satuan kerja (Satker) Bina Marga Kementerian PUPR RI, saat ini dikepalai Ir Herlan Hutagaol M.Eng.

 

Awal tahun 2021, Balai PJN XX Kalimantan Barat diyakini akan disibukkan dengan usulan jalan provinsi menjadi status jalan nasional. Misalnya, ruas jalan Tumbang Titi-Manismata di kabupaten Ketapang, diperjuangkan menjadi jalan strategis nasional.

 

Kemudian, jalan provinsi dari Ketapang ke Teluk Batang (KKU). Jalan kabupaten Simpang Tiga, Sukadana (KKU) ke Nanga Tayap (Ketapang).


“Sepanjang tahun 2020, dewan bersama pemerintah daerah sudah belasan kali mengurus pengubahan status jalan provinsi di Kayong Utara menjadi jalan nasional. Kita berkoordinasi dengan pemerintah provinsi di Pontianak hingga ke pemerintah pusat di Jakarta,” kata Yulisman, anggota Komisi II (bidang pembangunan) DPRD KKU di ruang kerjanya di Sukadana.

 

Legislator PKS dari daerah pemilihan Simpang Hilir ini menerangkan jika usulan pemerintah KKU belum disetujui pemerintah pusat. Namun masih ada waktu untuk terus berjuang.

 

“Seharusnya, November 2020 sudah ada jawaban dari pemerintah pusat namun belum ada. Dimungkinkan karena wabah Covid-19. Pun demikian, lembaga kedewanan dan pemerintah daerah masih ada waktu untuk mengejar (ubah status jalan provinsi menjadi jalan nasiol) itu,” tegas Yulisman.

 

Ia mengharapkan juga, pemerintah KKU dan Ketapang semakin serius dalam menindaklanjuti permintaan masyarakat kedua kabupaten, supaya jalan provinsi berubah status jalan nasional.

“Alasannya, jalan nasional memiliki nilai aman lebih tangguh ketika dilewatu truk-truk bermuatan jumbo. Demikian juga menggunakan dana pemerintah pusat sehingga dana kabupaten dan provinsi bisa diberikan ke pembenahan jalan-jalan lainnya,” papar Yulisman. (mah)

TerPopuler