Betangas Dapat Hilagkan Racun Dalam Tubuh -->

Betangas Dapat Hilagkan Racun Dalam Tubuh

18 April 2020,
Bupati Kayong Utara bersama Kapolres Kayong Utara menunggu proses betangas sebagai bentuk ikhtiar memutus mata rantai covid-19 di Kabupaten Kayong Utara. (humas KKU)


KAYONG UTARA, Sukadana Post - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara terus melakukan upaya dan ikhtiar guna memutus mata rantai sebaran Covid-19, dinataranya dengan betangas. Betangas sendiri merupakan sebuah kegiatan  mandi uap dengan rempah, manfaat dari betangas ini untuk menghilangkan bau badan pagi calon pengantin. Selain itu, bentangas ternyata juga bagus, untuk menghilangkan toksin dan racun di dalam tubuh dan diyakini dapat membunuh kuman. Betangas merupakan kearifan lokal yang ada di masyarakat Kayong Utara.

“Kita menganjurkan masyarakat untuk betangas, kegiatan ini bagus untuk kesehatan karena dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh melalui keringat kita,” terang Bupati Kayong Utara, Citra Duani ketika melakukan betangas di kediamannya  Minggu (5/4/2020).

Betangas adalah spa tradisional, menggunakan tikar pandan yang dibuat melengkung. Ada rempah-rempah pilihan yang disiapkan, terdiri dari akar serai wangi, pandan wangi, langir, akar buloh atau bambu, daun kunyit, daun lengkuas, Daun Ribu-ribu, Daun Gende ruse, Akar Restu, akar ilalang. Bahan-bahan ini bisa dijumpai di sekitar permukiman warga. Tetapi biasanya lain wilayah, lain pula penyebutan nama bahan tersebut. Sekalipun itu masih dalam satu kawasan provinsi.  Bupati Kayong Utara, Citra Duani melakukan betangas di rumahnya. Hal ini dilakukannya untuk memberikan contoh kepada masyarakat.

Semua bahan itu direbus dalam wadah. Biasanya menggunakan periuk (wadah berbentuk bulat, pada zaman dahulu periuk digunakan untuk menanak nasi). Rebus sampai mendidih. “Ini adalah warisan leluhur kita yang perlu dilestarikan,” jelasnya lagi.

Periuk yang memuat semua bahan harus ditutup rapat.  Agar uap air tidak banyak yang keluar. Uap itulah yang nantinya berfungsi untuk mengeluarkan keringat.
Proses pelaksanannya, orang yang akan betangas duduk di atas kursi kecil.  Di hadapannya diletakkan periuk atau panci rebusan rempah-rempah tadi. Kemudian masuk di dalam tikar pandan yang sudah digulung. Bagian atasnya ditutup dengan beberapa lapis kain. Kain ini berperan penting agar hasil betangas menjadi lebih maksimal.

Ketika penutup rempah dibuka, Uap dari dalam periukpun keluar. Aroma wangi pun menyeruak hingga keluar tikar pandan. Kemudian rempah mengaduknya menggunakan sendok yang dibuat dari kayu secara perlahan sampai uap dalam periuk habis. Uap tersebut dipercaya baik untuk tubuh. Itulah kenapa harus menggunakan kain berlapis-lapis untuk menutupi tikar yang digulung. Tujuannya agar uapnya lebih banyak menempel di badan dan keringatpun menjadi lebih wangi.

Selain membuat tubuh menjadi wangi. Tradisi ini juga berfungsi membuang racun di dalam tubuh. Masih dengan tujuan tersebut, pakaian yang kenakan selama bertangas sebaiknya satu baju dan satu celana saja.  Betangas kali ini dilakukan oleh Bupati, Wakil Bupati, H Effendi Ahmad dan Kapolres Kayong Utara, AKBP Asep I Rosadi.

Ditemui usai betangas, Kapolres mengaku baru pertama kali melakukan kegiatan betangas. Dia merasakan, badannya menjadi segar, begitu juga udara yang keluar dari hidung segar. “Rasa plong dan ini benar-benar membuat saya lebih segar. Terimakasih telah memperkenalkan betangas ini,” jelas Kapolres. (fau/*)

TerPopuler