Warga Banyu Abang Gotong Royong Timbun Jalan Yang Rusak

Warga Banyu Abang Gotong Royong Timbun Jalan Yang Rusak

14 Januari 2020,
Tampak siswa SD menggunakan sepeda melintas di jalan yang rusak. (uzi) 

SUKADANA POST - Warga Desa Banyu Abang, Kecamatan Teluk Batang bangun jalan dengan uang coin hasil sumbangan warga, aksi ini sebagai bentuk ke kecewaan warga yang menanti perbaikan jalan yang tidak kunjung terealisasi.

Satudiantara warga Desa Banyu Abang Rustono yang ikut bergotong royong menimbun jalan mengaku dana yang terkumpul dari sumbangan warga mencapai belasan juta, sehingga warga sepakat melakukan penimbunanan di beberapa ruas jalan yang rusak, mengingat kondisi jalan saat ini mengalami kerusakan yang sangat parah, bahkan beberapa mobil yang melintas harus ditarik karena amblas.

"Awalnya pengumpulan uang coin ini kita mau pakai alat grader, tapi karena musim hujan kita mau beli batu dari dana suadaya itu. Sampai tadi malam (Senin, 13/1/2020) dana yang terkumpul itu 19.500.000," terang Rustono, Selasa (14/1/2020).

Aksi sumbangan uang coin oleh warga yang dilakukan beberapa bulan yang lalu ternyata mendapat perhatian dari beberapa anggota DPRD Kayong Utara yang merupakan dapil sekitar.

" ada beberapa (anggota) dewan, seperti pak Alias, Haji Soleh, Syahid, tergugah hatinya. Mas Syahid kedepan membantu 100 rit tanah, Haji Soleh membantu exa ukuran mini untuk bikin aliran air, Pak Alias juga membantu dana," ungkapnya.

Ia pun berharap dengan adanya beberapa anggota dewan yang berhasil duduk di DPRD Kayong Utara ini dapat menyuarakan dan mendorong percepatan pembangunan akses jalan di Desa mereka, karena akses jalan ini satudiantara akses jalan terdekat untuk menuju desa lainnya di Kecamatan Seponti.

"harapan kita dengan adanya respon anggota dewan ini mereka bisa mengarahkan  anggaran untuk ke jalan kita ini. Jalan ini rusak parah di tahun 2014, kalau pembangunan jalan pertama di tahun 1991, jaman pak Soeharto, di daerah transmigrasi," tuturnya.

Selain untuk akses masyarakat UPT9, atau Desa Banyu Abang, jalan tersebut juga dilalui anak - anak untuk bersekolah, karena bila menggunakan jalur lain untuk menuju sekolah sangat jauh. Jika musim hujan, diakui Rastono, tidak jarang ada saja anak - anak sekolah atau warga yang jatuh karena kondisi jalan yang licin.

"di dalam sana ada sekolah SD, disini sering orang jatuh, kalau sudah musim hujan kita tidak bisa pilih - pilih lagi," tambahnya.

Ia pun mengesalkan banyaknya janji - janji politik untuk menarik simpati masyarakat, namun jalan yang dijanjikan untuk di perbaiki ini tidak kunjung mendapatkan jatah APBD.

" minta diperhatikan jalan kami ini, ada yang bilang ini jalan Kabupaten, ada yang bilang jalan Provinsi, tapi kondisinya seperti ini rasa tidak masuk akal. Dari dulu di ukur - ukur tapi tidak ada juga, belum lagi janji politik," ketusnya. (uzi)

TerPopuler