Fraksi Kayong Bersatu Walk Out dan Tolak RAPBD-P KKU TA 2019

Fraksi Kayong Bersatu Walk Out dan Tolak RAPBD-P KKU TA 2019

06 Oktober 2019,

Juru bicara Fraksi Kayong Bersatu, Abdul Muis membacakan pandangan akhir di paripurna Raperda APBD Perubahan KKU di ruang rapat DPRD KKU di Sukadana, Jumat (4/10/2019). BJ/SUKADANA POST
sukadanapost.com, KAYONG UTARA. Diduga program pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU) kurang pro rakyat dan uji publik yang jauh dari harapan, Fraksi Kayong Bersatu walk out (WO). Terungkap di sidang paripurna Raperda APBD-P TA 2019 di ruang rapat DPRD KKU di Sukadana, Jumat (4/10/2019) petang.

“Melihat kepentingan-kepentingan masyarakat yang paling hak belum terakomodir di rancangan peraturan daerah (Raperda) anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) tahun anggaran (TA) 2019, kami dari Fraksi Kayong Bersatu menyatakan walk out (WO) dari sidang paripurna ini!” tegas Abdul Muis, juru bicara Fraksi Kayong Bersatu, diikuti para anggota fraksi ini.

Sebagaimana diketahui, DPRD (KKU) gelar rapat paripurna penyampaian pendapat akhir (PA) Fraksi-fraksi DPRD KKU terhadap Raperda tentang APBD-P TA 2019, sekaligus persetujuan menjadi peraturan daerah (Perda) KKU.

Sebelum aksi WO Fraksi Kayong Bersatu karena menolak hasil sidang paripurna, empat fraksi DPRD KKU menyetujui dengan adanya beberapa catatan. Yaitu, Fraksi Demokrat, Fraksi Hanura, Fraksi Golkar, dan Fraksi Persatuan Kebangkitan Restorasi.

Fraksi Kayong Bersatu dipimpin dengan posisi ketua, Sahid dari PKPI daerah pemilihan (Dapil) Teluk Batang-Seponti. Wakil ketua fraksi, Decky Sabiandi (Perindo Dapil Sukadana). Sekretaris, Herwansyah (PDIP Dapil Teluk Batang-Seponti). Beranggotakan Zainuddin Vandio SE (Gerindra Dapil Teluk Batang-Seponti), Ketut Sekawan (PKPI Dapil Sukadana), Abdul Muis A.Md (Perindo Dapil Teluk Batang-Seponti), dan Alias Syahroni (PAN Dapil Pulau Maya-Kepulauan Karimata).

“Fraksi Kayong Bersatu menyampaikan beberapa hal dan beberapa catatan. Terkait rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2019, mengenai pelaksanaan di Kayong Utara tercinta. Pertama, dalam pembahasan APBD perubahan tahun anggaran 2019, tidak ada kata kesimpulan dan sepakat serta  finalisasi dalam penggaran terkesan TAPD kurang serius dalam pembahasan APBD perubahan tahun anggaran 2019,” tegas Abdul Muis.

Kedua, imbuhnya, usulan dalam pembahasan APBD perubahan tahun anggaran 2019, dinilai kurang tepat sarasan kepada masyarakat Kabupaten Kayong Utara. Seperti pelaksanaan drainase dan lapangan bolavolidi Pendopo Bupati Kayong Utara, dinilai kurang efektif bagi kepentingan masyarakat umum, sebab lebih bagi kepentingan penghuni Pendopo Bupati dan pengunjungnya saja.

“Ketiga, dana penerimaan beasiswa tidak jadi dilaksanakan,” kesalnya.

“Setelah melalui analisa kami maka dengan ini, Fraksi Kayong Bersatu DPRD Kabupaten Kayong Utara dengan penuh tanggungjawab serta dengan tetap senantiasa memohon ridho Allah SwT, dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, tidak menerima perubahan APBD KKU tahun anggaran 2019,” tegas Abdul Muis.

Pun demikian sebelum menutup pandangan akhir, Fraksi Kayong Bersatu berharap agar proses rancangan perubahan APBD ini betul-betul dimaksimalkan.

“Tujuannya agar menghasilkan APBD perubahan yang benar-benar memenuhi keinginan masyarakat Kayong Utara,” pinta Abdul Muis. (nur)

TerPopuler