Bekantan Tersesat di Kampung Berhasil Dikembalikan ke Gunung Palung -->

Bekantan Tersesat di Kampung Berhasil Dikembalikan ke Gunung Palung

11 Oktober 2019,
Bekantan masih kecil yang tersesat di pekarangan warga desa Benawai Agung kecamatan Sukadana, berhasil dengan selamat dilepasliarkan di habitat aslinya di TNGP wilayah Sukadana, Kamis (10/10/2019). Istimewa for SUKADANA POST 
sukadanapost.com, KAYONG UTARA. Hewan dilindungi, Bekantan tersesat di pekarangan rumah warga  desa Benawai Agung kecamatan Sukadana kabupaten Kayong Utara (KKU) provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), berhasil dilepasliarkan di bawah kaki gunung Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) wilayah Sukadana, Kamis (10/10/2019).

Warga desa melepasliarkan Bekantan ini mendapat bantuan dari anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polisi Sektor (Polsek) Sukadana, Balai TNGP, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA).

Monyet berhidung panjang dan berkulit seperti bule itu, berhasil dikembalikan ke habitat aslinya di TNGP dengan selamat.

"Kami mendapat laporan kalau ada seekor Bekantan masuk dalam lingkungan warga. Saya segera melapor pihak terkait, seperti Balai KSDA dan Balai TNGP untuk segera mengevakuasi terhadap hewan dilindungi itu,” ungkap IPTU Chandara Wirawan, Kepala Polsek Sukadana, melalui Bhabinkamtibmas Desa Benawai Agung Brigpol Arwantus Ricky, Kamis, (10/10/2019).

Ia mengisahkan melepaskan hewan dilindungi itu, harus menyusuri sungai menggunakan sampan masyarakat. Tujuannya menuju kaki gunung Palung bersama tim gabungan lintas sektoral.

Pelepasan hewan dilindungi seekor Bekantan itu, telah diketahui Kapolsek Sukadana, Iptu Chandra Wirawan.

“Sebelumnya, tidak pernah Bekantan ini sampai tersesat ke pekarangan warga karena tersesat dari habitatnya di kawasan TNGP. Kejadian ini sangat langka sekali. Pelepasan hewan dilindungi ini atas perintah Kepala Polsek Sukadana, serta sudah diketahui oleh pihak Balai KSDA dan Balai TNGP,” tutur Brigpol Arwantus Ricky.

Dikatakannya pelepasliaran merupakan bagian guna menyelamatkakan Bekantan yang saat ini keberadaan terancam akibat aktivitas manusia.

Warga desa setempat, Andi mengatakan dilepasliarkannya Bekantan, hewan dilindungi itu, upaya terbaik yang bisa dilakukan. Sebab khawatir jika tidak segera dikembalikan ke habitat aslinya, dikhawatirkan terjadi hal-hal tidak diinginkan.

“Kami apresiasi atas kerjasama antara warga dan petugas yang secara cepat menyikapinya. Kepada warga yang cepat memberikan informasi ke petugas, itu langkah tepat,” kupas Andi. (dng)

TerPopuler