Wisatawan Mancanegara Minati Eko-Wisata Alam Kayong Utara

Wisatawan Mancanegara Minati Eko-Wisata Alam Kayong Utara

11 Oktober 2018,
Pelancong dunia asal Pontianak, Eko Wahyudi mempresentasikan hasil kunjungannya ke 46 negara, mayoritas mengusung konsep back to nature (kembali ke alam) di ruang Praja Kantor Bupati di Sukadana, Kamis (11/10/2018). Mahmud/SUKADANA POST 

Ruang Praja, SUKADANA POST—Hasil diskusi dengan traveler dunia di provinsi Bali pada awal Oktober 2018, Bupati Kayong Utara Drs Citra Duani menerangkan, wisatawan negara maju ke Indonesia pada umumnya karena alamnya. Bahkan bosan menginap dan makan di bangunan beton maupun keramik modern.

“Berapa penggiat traveler (pelancong, Red) dunia, seperti dari Inggris Raya, Holland (Belanda), dan lain-lain, mereka ke Indonesia karena alam tropisnya. Bosan dengan kebisingan kota. Ketika kita tawarkan Kayong Utara, rupanya mereka minat sekali Akhirnya mengajak jejaring traveler di dunia ke Kayong Utara,” kata Drs Citra Duani di rapat pengembangan eko-wisata di ruang Praja Kantor Bupati di Sukadana, Kamis (11/10/2018).

Mengetahui minat para penggiat pelancong dunia itu, Bupati Citra Duani mengaku senang dan tidak tega juga. Akhirnya diceritakanlah kalau Kabupaten Kayong Utara (KKU), Provinsi Kalimantan Barat 9Kalbar), daerah yang masih berjuang dari ketertinggalan. Fasilitas umum masih belum lengkap, apalagi menunjang wisatawan kelas dunia.

“Saya ceritakan kelemahan-kelemahan daerah kita, para penggiat pelancong duniaitu malah menjawab, apa yang perlu kami bantu? Kemudian mereka tidak mencari modernitas tapi keindahan alam. Ada penyelam hingga fotografer kelas dunia mau membantu siar pariwisata alam kita. Anehnya mereka akan beli tiket dan biaya hidup pakai uang sendiri,” kupas Citra Duani.

Sementara itu, traveler dunia, Eko Wahyudi menerangkan ada empat perkara eko-wisata akan sukses. Pertama, mapping (pemetaan). Kedua, capacity building (peningkatan kapasitas). Ketiga, networking and partnership (jejaring dan rekan kerja yang baik). Keempat, publishing and marketing (siar dan penjualan).

“Pertengahan hingga akhir Oktober ini, kita akan adakan pemetaan potensi di daratan maupaun kelautan. Akan ada penyelam dan fotografer spesialias alam kelas dunia. Usai pemetaan, kita akan meningkatkan kapasitas warga binaan dari daerah sekitar eko-wisata. Mulai dari ibu-ibu, pemuda-pemudi, hingga tokoh masyarakat ihwal eko-wisata,” tutur Eko Wahyudi.

Kemudian, lanjutnya, membangun jejaring dan rekan kerja yang baik antara pihak pemerintah dan non pemerintah. Demi kelangsungan eko-wisata. Selanjutnya menyiarkannya dan memasarkannya kepada dunia.

“Zaman digital, siar pakai internet saja. Saya coba buatkan jejaring instagram khusus Kayong Utara. Internet saat ini lebih efektif dan murah, daripada cetak brosur maupun mengikuti pameran ke Jakarta hingga ke luar negeri yang mahal,” ulas Eko Wahyudi. (mah)

TerPopuler