Polres Ketapang Terus Dalami Kasus Dugaan Pemalsuan SKBS -->

Polres Ketapang Terus Dalami Kasus Dugaan Pemalsuan SKBS

10 September 2018,
Staf Humas Polres Ketapang, Brigadir Hariansyah saat ditemui awak media di ruang kerjanya di Mapolres Ketapang, Senin (10/9/2018). Muhammad Fauzi/SUKADANA POST    
Ketapang, SUKADANA POST. Sebanyak 17 bakal calon legislatif (Bacaleg) Kayong Utara telah dimintai keterangan oleh pihak Polres Ketapang. Hal ini terkait dugaan kasus pemalsuan surat keterangan berbadan sehat (SKBS) yang di keluarkan RSUD dr Agoesdjam Ketapang beberapa waktu lalu.

Paur Humas Polres Ketapang, Ipda Matalip melalui Staf Humas Polres Ketapang Brigadir Hariansyah, mengatakan selain 17 BacalegKayong Utara, pihaknya juga sudah memintai keterangan pihak RSUD Agoesdjam dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kayong Utara (KKU).

“Untuk sementara data yang kita terima dari RSUD dr Agoesdjam itu, ialah surat keterangan kepada Polres Ketapang untuk meminta pengusutan atau penyelidikan. Terkait, kasus pemalsuan tandatangan bakal calon legislatif Kayong Utara sebanyak 23 orang. Kemarin, pihak RSUD dan dokter yang merasa dipalsukan namanya, sudah dipanggil pihak penyidik,” kata Brigadir Hariansyah, Staf Humas Polres Ketapang saat ditemui awak media di Polres Ketapang, Senin (10/9/2018).

“Untuk pihak yang dipanggil sudah beberapa orang, pihak rumah sakit sudah kita panggil untuk dimintai keterangan. Termasuk pihak KPU KKU. Sedangkan dari Bacaleg, 17 orang dari 23 bakal calon legislatif yang kita panggil. Enam orang sisanya kemungkinan hari Rabu (12/9/2018), kita mintai keterangan,” tambah Brigadir Hariansyah.

Terkait kasus dugaan pemalsuan SKBS ini,  pihak Polres Ketapang masih mengumpulkan informasi dan beberapa bukti. Jika memang beberapa bukti dirasa lengkap, maka pihak Polres Ketapang akan meningkatkan status penyelidikan menjadi penyidikan.

“Untuk sementara dari pihak Penyidik Satreskrim Polres Ketapang masih dalam koridor penyelidikan kasus. Artinya kalau memang ditemukan bukti-bukti permulaan yang baru, maka penyidik dapat meningkatkan status dari penyelidikan ke status penyidikan dan dibuatkanlah laporan kasusnya,” papar Brigadir Hariansyah. (fau)

TerPopuler