Listrik dan Sinyal Negara Siap Masuk ke Matan Jaya Jika Ada Jalan Tembus ke Batu Barat -->

Listrik dan Sinyal Negara Siap Masuk ke Matan Jaya Jika Ada Jalan Tembus ke Batu Barat

05 September 2018,
Kades Matan Jaya, Zulkarnain mengharapkan Pemerintah KKU merealisasikan lanjutan jalan raya desa Batu Barat sampai ke Matan Jaya, supaya listrik dan sinyal negara bisa masuk ke desanya. Mahmudi/SUKADANA POST
Simpang Hilir, SUKADANA POST. Sudah sekian lama warga desa Matan Jaya kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara (KKU), Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), mendambakan aliran listrik negara. Akan tetapi peletakan tiang listrik harus ada jalan umum resmi yang menghubungkan desa Batu Barat menuju desa Matan Jaya.

“Sudah lama perjuangan kita supaya desa Matan Jaya dan sekitarnya dapat dialiri listrik negara. Bahkan kita pernah mendatangi Perusahaan Listrik Negara (PLN) kantor cabang Sukadana, jawabannya dikarenakan belum ada jalan umum resmi yang menghubungkan desa Batu Barat menuju ke Matan Jaya,” kata Zulkarnain, Kepala Desa (Kades) Matan Jaya.

Alasan PLN ini, menurutnya, sangat berdasar. Sebab pihak PLN tidak bisa sembarangan memasang tiang listrik, kabel listrik, hingga gardu listrik di tanah yang tidak jelas.

“Pemasangan tiang, kabel, hingga gardu perlu di pinggir jalan umum. Sedangkan selama ini warga desa Matan Jaya ketika ingin ke Teluk Melano, Sukadana, dan sekitarnya , biasa melewati jalan yang menjadi konsesi perusahaan sawit. Nah jalan itu bukan jalan umum,” kupas Zulkarnain.

Dikatakannya pembangunan jalan raya terusan desa Batu Barat sampai ke desa Matan Jaya sangat penting. Sebab tidak melewati areal perkebunan sawit.

“Masyarakat desa Matan Jaya sangat setuju jalan tembus ke desa Batu Barat, apalagi sudah ada pembuatan calon badan jalan. Kurang lebih sekitar 18 atau 19 kilometer dari Batu Barat sampai ke Matan Jaya. Iktikad baik ini menunjukkan masyarakat sangat ingin jalan utama akses ke Teluk Melano terealisir,” tegas Zulkarnain.

Ditambah lagi, sambungnya, pihak PLN juga pasti menghitung panjang kabel, banyaknya tiang, hingga gardu listrik. Tentu ada hitungan ekonomi dan kemanfaatan sosial di dalamnya. “Semoga PLN tidak mengeluh panjangnya jarak tapi lebih mementingkan asas kemanfaatan sesama rakyat Indonesia,” doa Zulkarnain.

Zulkarnain, Kades Matan Jaya. Mahmudi/SUKADANA POST
Ia mengharapkan kepada Bupati Kayong Utara terpilih Drs Citra Duani dan wakilnya H Effendi Ahmad S.Pd.I supaya dapat merealisasikan jalan penghubng desa Batu Barat sampai ke Matan Jaya.

“Ketika ada jalan sekitar 18 atau 19 km menyambungkan desa Batu Barat menuju ke Matan Jaya, manfaatnya, pertama, lalulintas barang dan jasa akan naik signifikan dan kesejahteraan warga desa meningkat. Kedua, listrik negara bisa masuk ke desa kita. Ketiga, sinyal telekomunikasi dari badan usaha milik negara (BUMN) Telkomsel juga bisa masuk ke Matan Jaya ,daerah kita yang tercinta,” ulas Zulkarnain.

Ia menganggap permintaan warga desa Matan Jaya dan sekitarnya minta jalan raya, demi listrik negara, dan sinyal hadir di daerahnya.

"Ada tiga perusahaan besar, mulai dari perusahaan sawit hingga pertambangan di desa Matan Jaya. Belum lagi yang kecil-kecil mengambil bahan-bahan mineral maupun hasil hutan dan non-hutan dari Matan Jaya. Itu semua menyumbang devisa yang besar bagi Republik Indonesia yang kita cintai. Jadi sangat wajar, Matan Jaya minta hadinya jalan raya, demi hadirnya listrik dan sinyal telekomunikasi di desa kami," pinta Zulkanrnain. (mah)

TerPopuler