Pertanyakan BPOM Ihwal Sarden Parasit Cacing -->

Pertanyakan BPOM Ihwal Sarden Parasit Cacing

01 April 2018,
Beberapa merek ikan kalengan yang menurut BPOM mengandung parasit cacing. Istimewa

SUKADANA—Konsumen dan pedagang di Kabupetan Kayong Utara (KKU), Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), pertanyakan kinerja Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Ihwal ditemukannya 27 merek kaleng kemasan khas sarden, mengandung parasit cacing. 

“Konsumen dan pedagang jadi bingung atas informasi dari media televisi  maupun online. Apakah 27 merek ikan kalengan terdapat parasit cacing, ini bisa saja hoaks (kabar bohong, Red). Tetapi ini yang mengeluarkan statemen adalah BPOM. Jadi kenapa bisa lolos beredar?” tanya Hongky Chandraliman, pemilik minimarket Mentari Mart di Sukadana, Minggu (1/4/2018). 

Apalagi, keluhnya, dugaan adanya parasit cacing di 27 merek ikan kalengan, dikabarkan terdapat di merek ternama. Seperti ABC, Gaga, atau Botan.

“Jadi BPOM selama ini kinerjanya bagaimana? Kenapa dalam memberikan izin seperti apa? Kenapa pada saat ini baru diketahui ada cacing. Masyarakat kita sudah diumpan cacing,” sindir Hongky Chandraliman. 

Dalam analisisnya, penerbitan BPOM atau izin kesehatan dan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia, tentunya telah diadakan penelitian. 

“Kalau sarden kadaluarsa kemudian ada cacing, mungkin itu maklum. Namun kalau masih dalam masa edar, tentu perlu dipertanyakan. Kemana pemerintah atau pihak yang berwenang dalam mengawasi konsumsi sehat?” tanyanya lagi.

Dampak informasi 27 merek ikan kalengan mengandung cacing, Hongky Chandraliman mengaku berdampak pada omset penjualannya. Pun demikian tidak signifikan, sebab di Kayong Utara ikan segar masih mudah dijumpai.

“Kalau saya makan sarden, bukan berarti tidak ada lauk atau sayur lain. Ini didasari keinginan saja. Apalagi menyangkut selera makan. Kalau sudah tahu seperti ini jadi bingung.  Katanya makan ikan berprotein tinggi. Tetapi kalau ikannya bercacing, ya protein cacing,” selorohnya.  

Hongky Chandraliman sebagai pemilik toko akan mengejar distributor yang selama ini menyuplai ikan kalengan diduga bercacing itu.

“Kita juga akan mencoba untuk bagaimana baiknya berkoordinasi dengan produsen. Selain itu kepada masyarakat pedagang kecil juga akan kita bantu,” yakinnya. (kam)

TerPopuler