Pembayaran Tunggakan Pajak Meningkat

Pembayaran Tunggakan Pajak Meningkat

19 September 2014,
Kepala UPPD Kayong Utara Citra Duani (kedua dari kiri), memimpin razia gabungan UPPD Kayong Utara, Polsek Sukadana, dan Dishubkominfo KKU di simpang gang Serong desa Sutera kecamatan Sukadana, KKU, Provinsi Kalbar, Kamis (18/9/2014). M48/SUKADANA POST
SUKADANA—Sering dilakukannya razia kendaraan bermotor berimbas positif di peningkatan pajak. Bahkan pembayaran tunggakan pajak kendaraan bermotor, Juni-September 2014 meningkat signifikan dibanding sebelumnya.

“Data Agustus 2014 pembayaran tunggakan pajak kendaraan bermotor sudah mencapai 169,05 persen atau Rp88.237.100,- dari target Rp52.197.259,-. Kondisi ini menunjukkan kesadaran masyarakat Kayong Utara khususnya dalam hal membayar pajak kendaraan bemotor kian hari semakin meningkat,” ungkap Drs Citra Duani, Kepala Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kayong Utara Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Kalbar, saat melakukan razia gabungan yang dipusatkan di Simpang Gang Serong, Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Kamis (18/9/2014).

Semakin meningkatnya kesadaran masyarakat, Citra Duani optimis pada tahun 2015 target tunggakan pajak dapat ditingkatkan lagi.

Razia kali ini, bersifat gabungan. Melibatkan 16 orang personil dari Polsek Sukadana dan tujuh personil dari UPPD Kayong Utara. Kemudian tiga personil dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) KKU. Sedangkan dari pihak Asuransi Jasa Raharja yang sedianya ikut, tak jadi ikut karena sesuatu dan lain hal.

Razia kali ini berhasil menjaring 12 kendaraan bermotor roda dua dan sebuah kendaraan roda empat yang habis masa berlaku Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)-nya.

Dalam analisis Citra Duani, guna meminimalisir tunggakan pajak, untuk sementara alternatif yang paling efektif, satu di antaranya meningkatkan frekuensi razia. Dampak positif sering dilakukan razia ini juga berimplikasi terhadap kesadaran masyarakat memenuhi kelengkapan kendaraan bermotor lainnya. Seperti surat izin mengemudi (SIM), helm, dan lain sebagainya.

Termasuk menekan angka kecelakaan, selaras maraknya kebut-kebutan di jalan raya, terutama bagi para pelajar yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan.

“Kalau hal ini sudah berjalan normal dan masyarakat sudah taat membayar pajak kendaraan bermotor maka frekuensi razia akan kita kurangi,” timpal Citra Duani.

Upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor pajak, lanjut Citra Duani, pihaknya siap bekerjasama dengan pihak manapun termasuk Instansi terkait. Sekaligus terus berupaya mencari berbagai inovasi, satu di antaranya melakukan koordinasi dengan Dishubkominfo KKU.

“Sebelum melakukan pengujian kendaraan bermotor atau Kir, terlebih dahulu membayar pajak,” saran Citra Duani.

Ia menjelaskan Kir berasal dari bahasa Belanda, “Keur”. Jadi tidak ada kepanjangannya. Tujuannya Kir, supaya kendaraan umum memenuhi kelayakan jalan. Syarat Kir, STNK masih berlaku dan kendaraan layak jalan.

Biaya Kir Rp100 ribu, namun harga bisa berbeda tergantung dari masing-masing daerah. Proses Kir mencapai satu jam atau lebih. Jangka waktu atau masa berlaku Kir mencapai enam bulan.

Keur/Kir wajib bagi kendaraan umum , pada umumnya nomor kendaraan plat kuning seperti taksi, rental kendaraan, mobil penumpang umum, bus, dan truk. Namun wajib Kir tidak selalu harus plat kuning, kendaraan yang dipakai untuk keperluan parawisata juga harus melakukan Kir.

Semua bus dan truk walaupun bernomor plat hitam juga harus melakukan uji Keur. Sedangka sepedamotor tidak perlu melakukan uji Kir.

Pelaksanaan razia kendaraan bermotor mendapat respon positif, sebagaimana diutarakan tokoh masyarakat Tengku (Tk) Saiful. Pihaknya menyambut baik, bahkan berpendapat jika  razia ini sering dilakukan lalulintas di jalan raya semakin aman.

“Kami ini pusing anak-anak yang belum cukup umur kebut-kebutan di jalan raya. Hal ini juga mengingatkan kami agar tidak lupa membayar pajak,” tutur Tk Saiful sambil bercanda, seraya membuka dompet menunjukkan STNK-nya.

Ia mengaku kadang lupa sepedamotor ini ada pajaknya. "Maklumlah karena kesibukan hari-hari bekerja untuk cari makan, ditambah lagi usia tua, mata sudah semakin kabur dan tak lama lagi masuk dalam kubur," gurau Tk Saiful, sembaru meminta petugas melihatkan kapan habis masa berlaku STNK-nya.

Setelah dicek petugas, ternyata STNK Tk Saiful, sudah berakhirpertengahan Oktober 2014. “Nanti awal Oktober-lah, saya segera bayar ke Kantor UPPD Kayong,”  tegas Tk Saiful seraya berulam senyum. (M48)

TerPopuler